Jumat, 11 November 2011

Dampak Pergaulan Bebas Pada Remaja



Kata Pengantar

            Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena rahmat dan ridhonya juga pada akhirnya penulisan makalah tentang “Dampak Pergaulan Bebas pada Remaja” ini dapat di selesaikan.
            Penulisan makalah ini merupakan salah satu syarat bagi setiap mahasiswa/mahsiswi Pendidika Guru Sekolah Dasar Reguler Mandiri 02 untuk memenuhi ujian mid semester.
            Dalam proses penyelesaian makalah Karya Tulis Ilmiah ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh karena itu penulis menyampaikan rasa terimakasih yang tak terhingga terutama kepada dosen pempimping Dra. Elfia Sukma, M. Pd dan seterusnya kepada rekan-rekan yang telah memberikan banyak bantuan dalam rangka penyelesaian makalah ini.
            Semoga Allah SWT dapat membalas kebaikan dan bantuan yang diberikan kepada penulis.
            Penulis menyadari bahwa isi dari makalah ini banyak kekurangan dan kelemahan-kelemahan atau jauh dari kesempurnaan. Ini sesuai dangan keterbatasan ilmu pengetahuan yang  penulis miliki. Oleh karena itu semua saran dan kritik yang membangun akan penulis terima dengan senang hati demi perbaikan penyempurnaan isi makalah ini.



Padang, 26 Oktober 2011

.....
Penulis


DAFTAR ISI
Kata Pengantar         ........................................................................................... i
Daftar Isi        ...................................................................................................... ii
PENDAHULUAN    ............................................................................................ 1
1.1        Latar Belakang Masalah      ...................................................................1
1.2        Perumusan Masalah ............................................................................... 1
1.3        Tujuan dan Manfaat Menulis          ........................................................ 1
1.3.1        Tujuan            ............................................................................... 2
1.3.2        Manfaat          ............................................................................... 2
DAMPAK PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA     ................................... 3
2.1       Remaja           ........................................................................................... 3
2.1.1    Pengertian Remaja   .................................................................... 3
2.1.2    Tahap-tahap Perkembangan Remaja         ................................. 4
2.2       Pergaulan Bebas       ................................................................................ 5
2.2.1    Pengertian Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja            ......... 5
2.2.2    Bentuk-bentuk Pergaulan Bebas     ............................................ 6
2.2.3    Faktor Penyebab Terjadinya Pergaulan Bebas     ..................... 6
2.2.4    Dampak Pergaulan Bebas    ...................................................... 15
2.2.5    Cara Menanggulangi Pergaulan Bebas      ............................... 21
PENUTUP     ...................................................................................................... 26
3.1       Simpulan        .......................................................................................... 26
3.2       Saran  ..................................................................................................... 26
Daftar Rujukan


 

PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang Masalah
Remaja adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan masa depan mampu meneruskan tongkat     estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Namun yang terjadi remaja saat sekarang telah banyak terjerumus kedalam kehidupan yang dapat merusak masa depan yang diakibatkan oleh pergaulan bebas.
Pergaulan bebas semakin menunjukkan trend yang amat memprihatinkan. Berbagai macam pergaulan bebas yang mencolok saat ini, sepert ; tauran pelajar, penyalah gunaan narkoba, dan seks bebas yang semakin menjamur. Pelakunya bukan hanya anak SMA bahkan sudah merambat dikalangan SMP.
Untuk itu penulis mengangkat  judul ini agar kita dapat mengetahui lebih dalam tentang apa penyebab terjadinya pergaulan bebas tersebut dan penulis mencoba sedikit memberikan solusi cara menanggulanginya.

1.1.1        Rumusan Masalah
Banyak masalah yang berkaitan dengan pergaulan bebas yang terjadi dikalangan remaja dapat diidentifikasi, diantaranya :
1. Apa itu remaja?
2. Apakah remaja memiliki tingkatan?
            3. Apakah pergaulan bebas itu?
            4.   Apa bentuk-bentuk pergaulan bebas itu?
            5.   Apa faktor-faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas?
            6.   Apa dampak dari pergaulan bebas itu?
            7.    Bagaimana solusinya untuk menghindari atau mengatasi pergaulan bebas?

1.2        Tujuan dan Manfaat Penulisan Makalah
1.2.1                               Tujuan Penulisan Makalah
           Adapun tujuan dari pembahasan Dampak Pergaulan Babas pada Remaja adalah :
           1.   Untuk mengetahui apa yang melatar belakangi “remaja menjadi korban dari pergaulan bebas”.
           2.   Untuk mengetahui dampak dari pergaulan bebas.
           3.   Untuk mengetahui cara menghindari pergaulan bebas.
           4.   Untuk mengetahui cara menanggulangi pergaulan bebas.

1.2.2                               Manfaat Penulisan Makalah
            Makalah ini diharapkan agar bermanfaat sebagai :
            1.   Bahan informasi bagi pembaca untuk menghindari pergaulan bebas.
2.   Sebagai informasi bagi penulis untuk menambah wawasan tentang pergaulan bebas.
            3.   Sebagai informasi tata cara bergaul yang baik dikalangan remaja.


DAMPAK PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA
2.1       Remaja
2.1.1    Pengertian Remaja
Masa remaja merupakan salah satu  periode dari  perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa  perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan ocial, perubahan psikologik, dan perubahan ocial. Di sebagian besar masyarakat  dan budaya masa remaja pada umumnya dimulai pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun (Notoatdmojo, 2007).
Menurut Soetjiningsih (2004)  Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak yang dimulai saat terjadinya kematangan seksual yaitu antara  usia  11 atau 12 tahun sampai dengan  20 tahun, yaitu masa menjelang  dewasa muda. Berdasarkan umur kronologis dan berbagai kepentingan, terdapat defenisi tentang remaja yaitu:
1.   Pada buku-buku   pediatri,  pada umumnya  mendefenisikan  remaja adalah  bila seorang anak telah mencapai umur 10-18 tahun dan umur 12-20 tahun anak laki- laki.
2.   Menurut undang-undang  No. 4 tahun 1979 mengenai kesejahteraan anak,  remaja adalah   yang  belum  mencapai 21  tahun dan belum  menikah.
3.   Menurut undang-undang perburuhan, anak dianggap remaja apabila telah mencapai umur 16-18 tahun atau sudah menikah dan mempunyai tempat tinggal.
4.   Menurut undang-undang  perkawinan No.1 tahun 1979, anak dianggap sudah remaja apabila cukup matang, yaitu umur 16 tahun untuk perempuan dan  19 tahun untuk anak-anak laki-laki.
5.   Menurut dinas kesehatan anak dianggap sudah remaja apabila anak sudah berumur 18 tahun, yang sesuai dengan saat lulus sekolah menengah.
6.   Menurut WHO, remaja bila anak telah mencapai umur 10-18 tahun (Soetjiningsih, 2004).
  Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh dewasa. Istilah  adolensece mempunyai arti yang lebih luas lagi mencakup kematangan mental, emosional, social, dan fisik (Hurclok, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Mankos, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak.

2.1.2 Tahap-tahap Perkembangan
        Dalam proses penyesuaian diri menuju kedewasaan, ada 3 tahap perkembangan remaja:
                1. Remaja awal (early adolescent)
Seorang remaja pada  tahap ini masih terheran-heran akan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang  menyertai perubahan-perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis, dan mudah terangsang secara erotis. Dengan dipegang bahunya saja  oleh lawan jenis ia sudah berfantasi social. Kepekaan yang berlebih-lebihan ini ditambah dengan berkurangnya kendali  terhadap ego menyebabkan para remaja awal ini sulit dimengerti dan dimengerti orang dewasa.
2.   Remaja madya (middle adolescent)
Pada tahap  ini,remaja sangat membutuhkan teman-teman. Ia senang kalau banyak teman yang mengakuinya. Ada kecenderungan narsistis yaitu mencintai diri sendiri, dengan menyukai teman-teman yang sama dengan dirinya, selain itu, ia berada dalam kondisi kebingungan karena tidak tahu memilih yang mana peka atau tidak peduli, ramai-ramai atau sendiri, optimistis atau pesimistis, idealis atau materialis, dan sebagainya. Remaja pria harus  membebaskan diri dari  social complex (perasaan cinta pada ibu sendiri pada masa anak-anak) dengan mempererat hubungan denganteman-teman.
3.   Remaja akhir (late adolescent)
Tahap ini adalah masa konsolidasi menuju periode dewasa dan ditandai dengan pencapaian lima hal yaitu:
a.    Minat yang makin mantap terhadap fungsi-fungsi intelek.
b.   Egonya mencari kesempatan untuk bersatu dengan orang-orang lain dan dalam pengalaman- pengalaman baru.
c.    Terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi.
d.   Egosentrisme (terlalu memusatkan perhatian pada diri sendiri) diganti dengan keseimbangan antara kepentingan diri sendiri dengan orang lain.
e.    Tumbuh ”dinding” yang memisahkan diri pribadinya (private self) dan masyarakat umum (Sarwono, 2010).
 Berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja, kita sangat perlu untuk mengenal perkembangan remaja serta ciri-cirinya. Berdasarkan sifat atau ciri perkembangannya, masa (rentang waktu) remaja ada tiga tahap yaitu:
          1. Masa remaja awal (10-12 tahun)
a.  Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya.
b.Tampak dan merasa ingin bebas.
c. Tampak dan memang lebih  banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir yang khayal (abstrak).
          2. Masa remaja tengah (13-15 tahun)
a.  Tampak dan ingin mencari identitas diri.
b. Ada keinginan untuk berkencan atau ketertarikan pada lawan jenis.
c.  Timbul perasaan cinta yang mendalam.
         3. Masa remaja akhir (16-19 tahun)
a.    Menampakkan pengungkapan kebebasan diri.
b.   Dalam mencari teman sebaya lebih selektif.
c.    Memiliki citra (gambaran, keadaan, peranan) terhadap dirinya.
d.   Dapat mewujudkan perasaan cinta.
e.    Memiliki kemampuan berpikir khayal atau abstrak (Widyastuti dkk, 2009). 

2.2       Pergaulan Bebas
2.2.1    Pengertian pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
Pergaulan bebas dikalangan remaja adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia adalah makhluk social yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal relationship).
Namun pergaulan bebas yang terjadi saat ini sudah sangat memprihatinkan. Banyak sekali terjadi prilaku yang telah menyimpang dan melanggar nilai social yang ada dalam masyarakat. Pergaulan bebas seperti ini termasuk kenakalan remaja, kata pakar-pakar kenakalan remaja itu bisa didefinisikan sebagai perilaku menyimpang atau tingkah laku yang tidak dapat diterima sosial sampai pelanggaran status hingga tindak kriminal (Kartono, 2003).
 Prilaku anak muda atau remaja zaman sekarang telah jauh dari norma agama sebagai pedoman hidup. Nilai etika dalam pergaulan telah dilanggar seperti tidak menghormati yang tua, mengucapkan permisi kepada orang lain jika lewat dan yang paling memprihatinkan adalah tauran antar remaja, pemakaian obat terlarang (narkoba), dan seks bebas atau kumpul kebo.

2.2.2    Bentuk-bentuk Pergaulan Bebas
Masa remaja merupakan periode penting dalam rentang kehidupan, dimana individu mengalami banyak perubahan baik fisik, emosional, maupun ocial, perkembangan fisik dan mental yang terjadi secara pesat pada masa ini akan mempengaruhi perilaku individu dalam lingkungan sosialnya, remaja yang sedang berada dalam periode yang penuh rasa ingin tahu dan mencoba-coba, terdorong untuk melakukan berbagai macam hal yang belum pernah dialaminya. Dalam masa remaja mau tidak mau harus melalui berbagai tugas perkembangan yang akan dia hadapi salah satu tugas perkembangan tersebut adalah mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita (Hurlock, 1980).
Bentuk-bentuk kenakalan remaja yang akan kita bahas yaitu :
1.      Tawuran antar remaja
2.      Penyalahgunaan narkoba
3.      Seks bebas

2.2.3    Faktor Penyebab Terjadinya Pergaulan Bebas
1         1.      Tawuran Antar Remaja
  Tawuran ialah seorang siswa dengan siswa lainnya yang penuh dengan dendam. Ada beberapa julukan bagi para pelaku tawuran seperti pentolan dan gembel. Pentolan adalah seorang pemimpin, siswa yang berani melukai tubuh musuhnya saat sedang tawuran. Dia berhak meminta sumbangan pada para siswa untuk alasan membeli bir atau  senjata tajam yang akan digunakan saat tawuran. Dia juga berhak meminta uang untuk alasan diberikan kepada temannya yang terluka saat tawuran. Gembel adalah  seorang alumni atau seorang yang telah dikeluarkan dari sekolah. Dia juga memiliki hak yang sama seperti pentolan untuk meminta sumbangan.
Ada dua factor penyebab terjadinya tauran antar pelajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal,yaitu :
1.      Faktor Internal
Yang dimaksud dengan faktor internal adalah faktor yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi miliu di sekitarnya dan semua pengaruh dari luar. Prilaku merupakan reaksi ketidak mampuan dalam melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitar, misalnya :
a.       Adaptasi pada situasi lingkungan yang kompleks. Kompleks di sini berarti adanya keanekaragaman pandangan, budaya, tingkat ekonomi, dan semua rangsang dari lingkungan yang makin lama makin beragam dan banyak. Situasi ini biasanya menimbulkan tekanan pada setiap orang. Tapi pada remaja yang terlibat perkelahian mereka kurang mampu untuk mengatasi, apalagi memanfaatkan situasi itu untuk pengembangan dirinya. Mereka biasanyamudah putus asa, cepat melarikan diri dari masalah, menyalahkan orang/pihak lain pada setiap masalahnya, dan memilih menggunakan cara singkat untuk memecahkan masalah.
b.      Pada remaja yang sering berkelahi ditemukan bahwa mereka mengalami konflik batin, mudah frustasi, memiliki emosi yang labil, tidak peka terhadap perasaan orang lain, dan memiliki perasaan rendah diri yang kuat. Mereka biasanya sangat membutuhkan pengakuan.
2.      Faktor Eksternal
Sedangkan faktor eksternal adalah sebagai berikut :
a.       Faktor keluarga
Baik buruknya rumah tangga atau berantakkan atau tidak nya sebuah rumah tangga.Rumah tangga yang dipenuhi kekerasan (entah antar orang tua atau pada anaknya) jelas berdampak pada anak. Anak, ketika meningkat remaja, belajar melakukan kekerasan pula.Perlindungan lebih yang diberikan orang tua.Penolakkan orang tua, ada pasangan suami istri yang tidak pernah bisa memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu.
b.      Faktor lingkungan sekolah.
Lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, seperti ; tanpa halaman bermain yang cukup luas,tanpa ruang olah raga,minimnya fasilitas ruang belajar,jumlah murid yang terlalu banyak dan padat,ventilasi dan sanitasi yang buruk dan Guru yang lebih berperan sebagai penghukum dan pelaksana aturan, serta sebagai tokoh otoriter yang seringkali menggunakan kekerasan dalam “proses pembelajaran” dan “mendidik” siswanya. Kondisi semacam ini membuat siswa belajar dan meniru sikap dan prilaku guru yang pada gilirannya akan dilakukan di luar sekolah berupa tawuran.
c.       Faktor miliu/lingkungan.
Lingkungan sekitar yang tidak selalu baik dan menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan remaja, misalnya ; lingkungan rumah yang sempit dan kumuh, dan anggota lingkungan yang berperilaku buruk.
2.      Penyalahgunaan Narkoba
Narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke dalam tubuhnya, pengaruh tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakit rangsangan, semangat dan halusinasi. Dengan timbulnya efek halusinasi inilah yang menyebabkan kelompok masyarakat terutama di kalangan remaja ingin menggunakan Narkotika meskipun tidak menderita apa-apa. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan Narkotika (obat). Bahaya bila menggunakan Narkotika bila tidak sesuai dengan peraturan adalah adanya adiksi/ketergantungan.
Adiksi adalah suatu kelainan obat yang bersifat kronik/periodik sehingga penderita kehilangan kontrol terhadap dirinya dan menimbulkan kerugian terhadap dirinya dan masyarakat. Orang-orang yang sudah terlibat pada penyalahgunaan Narkotika pada mulanya masih dalam ukuran (dosis) yang normal. Lama-lama pengguna obat menjadi kebiasaan, setelah biasa menggunakan narkotika kemudian untuk menimbulkan efek yang sama diperlukan dosis yang lebih tinggi (toleransi). Setelah fase toleransi ini berakhir menjadi ketergantungan, merasa tidak dapat hidup tanpa narkotika.
Sebelum mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengeruhi penyalah gunaan narkoba kita bahas terlebih dahulu jenis-jenis nya.

Jenis-Jenis Narkoba
Ada beberapa jenis-jenis narkoba yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, sebagaimana berikut ini :
1.   Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan yang dibedakan dalam golongan-golongan tertentu.
a.    Golongan I
Tanaman papaver somniverum, opium, tanaman koka-daun koka-kokain mentah-kokaina, heroin-morphine, ganja.
b.   Golongan II
Alfasetimetadol, benzetidin, betametadol.
c.    Golongan III
Asetihidroteona, dekstroprosifem, dihidro-kodenia.
2.   Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika yang berkhasiat psikotropika melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.
a.    Golongan I
MDMA (Ectasy), N-etil MDA, MMDA yang terdapat kandungan ectasy.
b.   Golongan II
Amfetamina (Sabu-sabu), Deksamfetamina, Fenetilena.
c.    Golongan III
Amobarbital, Buprenorfina, Butalbital.
d.   Golongan IV
Diazepam (Nipam/BK/Magadon), Nitrazepam.
3. Minuman keras adalah minuman beralkohol tetapi bukan obat, yang terbagi dalam tiga golongan.
a.    Golongan A berkadar alkohol 1-5 %
b.   Golongan B berkadar alkohol 5-20 %
c.    Golongan C berkada alkohol 20-50 %
Narkoba yang sering dikonsumsi oleh masyarakat secara salah antara lain :
1.   Heroin
a.       Nama : Putauw, PT, bedak, putih, Brown Sugar, Benana, Smaek, Horse, Hammer, Snow White Brown.
b.      Asal : Papaver Somniferum.
c.       Bentuk : Seperti bedak berwarna putih, rasa pahit, terdapat paket hemat, dijual sebesar ujung kuku/ibu jari dalam kemasan kertas.
d.      Cara Pakai : Dihirup, dihisap, ditelan dan disuntikkan lewat tangan, kaki, leher.
2.   Kokain
a.       Nama : Charlie, Nosc Candy, Snow, Coke.
b.      Asal : Daun (tanaman Erythrro – Xylon Coca).
c.       Bentuk : Serbuk putih, kadang dicampur dengan beberapa macam zat berbahaya, disebut “Drug Cocktail”.
3.   Ganja
a.          Nama : Ganja, cimeng, gelek, daun, rumput, jayus, jum, barang, marihuana, bang bunga, ikat, labang, hijau.
b.         Jenis-jenis : Stick, daun atau tembakau, hashish (minyak/lemak ganja).
c.          Bentuk : Daun kering atau dalam bentuk rajangan kering, dimasukkan dalam amplop.Daun basah, runcing berjari-jari ganjil 5, 7, 9 dst.
d.         Cara Pakai : Dilinting seperti rokok, dihisap dan dimakan, minyak ganja bisa dioles pada rokok biasa.
4.   Ekstasi
a.          Nama : Kancing, XTC, Inex, Adam, Hug-Drug, Essence, Disco, Biscuits, Venus, Yupie, Butterfly, Elektrix, Gober, Beladin.
b.         Bentuk : Pil, serbuk, kapsul.
c.          Cara Pakai : Diminum dengan air atau yang lain.
5.   Shabu-shabu (methyl-Amphetamin).
a.          Nama : Ubas, SS, Mecin
b.         Bentuk : Bubuk atau Kristal
c.          Jenis : Gold silver, coconut, crystal, blue ice, tebu
d.         Cara Pakai : Dibakar di atas kertas timah dan dihisap melalui alat yang disebut bong. Pemakai bisa diindikasikan : Tidak tenang (cemas), mudah marah, dapat cepat lelah, mata nanar, tidak bersemangat, tidak beraktifitas, keringat berlebihan dan bahu, wajah pucat, lidah warna putih, nafsu makan kurang, susah tidur (2-3 hari), jantung berdebar-debar, banyak omong, percaya diri tinggi.
6.   Halusinogen
a.          Nama : LSD (Lysergic Diethyl Amid), Magic Mushroom (jamur tahi kuda/sapi), STP (Serenity, Tranquility, Peace)
b.         Cara Pakai : Diminum, dihirup, dimakan.
7.   Hipnotika/sedative (obat tidur/obat penenang)
a.          Nama : Metaqualon (Mandrax), Flunitrazepam (Rohyp), Clona Zepam (RIV), Nitra Zepam (pil koplo, pil anjing, dum, BK, MG).
b.         Bentuk : Pil
c.          Cara Pakai : Ditelan
8.   Alkohol
a.          Nama : Etanol atau Ethyl Alkohol
b.         Jenis : Bir, wiski, gin, vodka, martini, brem, arak, ciu, saquer, tuak, johny walker (topi miring), black and white (kam-put, kambing putih)
c.          Bentuk : Cairan, berupa minuman
d.         Cara Pakai : Diminum / ditelan
9.   Inhalansia dan Solven
a.          Nama : Lem karet, aerosol spray, aceton, gas N2O2, pelumas, thinner, terpentine, DDT, pestisida, zat pewarna
b.         Bentuk : Cairan, gas
c.          Efek : Timbul ilusi, halusinasi,kemampuan persepsi yang salah
Disamping itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalahgunaan narkoba pada remaja adalah:
1.   Faktor Internal
Faktor dari dalam diri remaja itu sendiri yang mendorong untuk memakai narkoba adalah :
a.       Rendah diri, hiperaktif dan lekas bosan, perasaan rendah diri di dalam pergaulan di masayarakat ataupun di lingkungan sekolah, kerja dsb, mereka mengatasi masalah tersebut dengan cara menyalahgunakan narkotik, psykotropika maupun minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan mereka tersebut sehingga mereka memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih aktif dan berani.
b.      Memberontak
c.       Emosional dan mental
Pada masa-masa ini biasanya mereka ingin lepas dari segala aturan-aturan dari orang tua mereka. Dan akhirnya sebagai tempat pelarian yaitu dengan menggunakan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya. Lemahnya mental seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan negatif yang akhirnya menjurus ke arah penggunaan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya.
d.      Mencari pengalaman yang menyenangkan
e.       Mengatasi stress

2.   Faktor Eksternal
a.       Faktor keluarga
Kurangnya perhatian dari orang tua atas apa saja yang dilakukan anaknya,keluarga yang broken home mengakibatkan pribadi yang lemah (orang yang tidak dapat menghadapi realita hidup),serta orang tua yang otoriter atau orang tua yang permisif.
b.      Faktor lingkungan sekolah
Disiplin sekolah kurang serta kurikulum sekolah yang kurang menarik.
c.       Faktor lingkungan
Adanya kesempatan, sarana dan prasarana untuk memperoleh narkoba sehingga pergaulan bebas mengakibatkan perubahan tingkah laku selama masa puber, sehingga mudah terpengaruh oleh ajakan atau bujukan teman.
3.      Seks Bebas
Masa remaja merupakan periode penting dalam rentang kehidupan, dimana individu mengalami banyak perubahan baik fisik, emosional, maupun sosial, perkembangan fisik dan mental yang terjadi secara pesat pada masa ini akan mempengaruhi perilaku individu dalam lingkungan sosialnya, remaja yang sedang berada dalam periode yang penuh rasa ingin tahu dan mencoba-coba, terdorong untuk melakukan berbagai macam hal yang belum pernah dialaminya. Dalam masa remaja mau tidak mau harus melalui berbagai tugas perkembangan yang akan dia hadapi salah satu tugas perkembangan tersebut adalah mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita (Hurlock, 1980). Tentu saja hal ini berkaitan dengan masalah seks.
SEX BEBAS adalah perilaku layaknya hubungan suami istri yang dilakukan diluar pernikahan yang sah dan tidak bertanggung jawab untuk memperoleh suatu kenikmatan sesaat tetapi akan memperoleh kerugian yang terus-menerus, serta dapat merusak moral dan bertentangan dengan agama manapun (Bangkit pamungkas:2010)
Penelitian-penelitian mengenai kaum remaja di Indonesia pada umumnya menyimpulkan bahwa nilai-nilai hidup kaum remaja sedang dalam proses perubahan. Remaja Indonesia dewasa ini nampak lebih bertoleransi terhadap gaya hidup seksual pranikah. Misalnya sebanyak 42,3% remaja telah melakukan hubungan seks pertama kali saat masih dibangku sekolah, dengan alasan kenapa meraka melakukan itu atas dasar suka sama suka dan tanpa paksaan, Demikian diungkap dr.Boy Abidin, ginekolog dalam diskusi yang diadakan Kotex di Djakarta Teater, Jakarta. Data yang berasal dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Annisa Foundation tahun 2008 di SMP dan SMU se-Jawa Barat ini. Sementara hasil penelitian lain dari BKKBN periode akhir Desember 2009, lanjut dr Boy, menyebutkan bahwa 63% remaja di beberapa kota besar yang ada di Indonesia telah melakukan seks pra nikah. Umumnya remaja melakukan hubungan seks karena didasari rasa suka sama suka. Salah satu penyebab terjadinya hubungan seks bebas pada remaja adalah kurangnya pengetahuan remaja mengenai seks itu sendiri. Mengingat seks juga berkaitan dengan tugas-tugas perkembangan remaja maka tidak mengherankan jika remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar tentang seks.
Adapun beberapa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku seks bebas pada remaja:
1.   Faktor Internal
Usia yang muda saat berhubungan seksual pertama. Dimana hasrat nafsu sexsual yang tinggi, kurang bisanya seseorang ini dalam mengendalikan nafsunya.
2.   Faktor Eksternal
a.    Faktor keluarga
  Kurangnya perhatian dari orang tua dalam mengawasi pergaulan anak,kurangnya pedidikan agama yang diberikan orang tua,saudara kandung, yang memiliki hasrat pada saudaranya sendiri.
b.   Faktor Lingkungan Pendidikan
Kurangnya pendidikan ilmu agama dan kurang pengetahuan tentang norma-norma dan kaidah-kaidah yang berlaku,kurangnya perhatian dari pihak sekolah tentang pergaulan siswanya.
c.    Faktor lingkungan
     Karena sering menonton atau membaca hal-hal yang kaitan nya dengan pornografi,pengalaman pacaran/kencan (hubungan afeksi),kecenderungan pergaulan yang makin bebas.

2.3.4        Dampak Pergaulan Bebas

1.      Tauran Antar Remaja
1) Terhadap remaja itu sendiri
a.    Kemungkinan besar dapat  mengalami cedera, cacat seumur hidup atau bahkan tewas saat tauran.
b.   Terganggunya proses belajar di sekolah.
c.    Berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai.
2)   Terhadap lingkungan sekitar
a.    Rusaknya fasilitas umum seperti taman kota, trotoar (vas bunga), bus, halte dan fasilitas lainnya serta fasilitas pribadi, seperti kendaraan, pecahnya kaca toko-toko, dan lain-lain.
b.   Akibat yang terakhir ini memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia.
2.      Penyalahgunaan Narkoba
Narkoba bisa memabukkan karena seluruh saraf-saraf dalam tubuh tidak berfungsi layaknya orang normal sehingga orang yang mengkonsumsi narkoba seperti orang gila. Apabila terlalu sering menggunakan narkoba maka kita akan ketagihan karena mengakibatkan ketergantungan terhadap obat-obatan itu.
1)      Narkotika mengakibatkan :
a.  Merusak susunan susunan syaraf pusat
b. Merusak organ tubuh, seperti hati dan ginjal
c.  Menimbulkan penyakit kulit, seperti bintik-bintik merah pada kulit, kudis dsb.
d.    Melemahkan fisik, moral dan daya fikir
e.  Cenderung melakukan penyimpangan sosial dalam masyarakat, seperti senang berbohong, merusak barang milik orang lain, berkelahi, free seks dll.
f.  Karena ketagihan, untuk memperoleh narkotika dilakukan dengan segala macam cara dimulai dengan mengambil barang milik sendiri, keluarga, mencuri, menodong, merampok dan sebagainya.
2)      Psikotropika, terutama yang populer adalah ecstasy dan sabu-sabu mengakibatkan :
a.    Efek farmakologi : meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kewaspadaan, menimbulkan rasa nikmat, bahagia semu, menimbulkan khayalan yang menyenangkan, menurunkan emosi. Untuk pil ecstasy reaksinya relatif cepat, yaitu 30-40 menit setelah diminum, pemakainya terasa hangat, energik, nikmat, bahagia fisik dan mental sampai reaksi ecstasy tersebut berakhir (2-6 jam), namun buruknya setelah itu tubuh berubah seperti keracunan, kelelahan dan mulut terasa kaku serta dapat mengakibatkan kematian kalau terlalu over dosis.
b.   Efek samping : muntah dan mual, gelisah, sakit kepala, nafsu makan berkurang, denyut jantung meningkat, kejang-kejang, timbul khayalan menakutkan, jantung lemah, hipertensi, pendarahan otak.
c.    Efek lain : tidur berlama-lama, depresi, apatis terhadap lingkungan.
d.   Efek terhadap organ tubuh : gangguan pada otak, jantung, ginjal, hati, kulit dan kemaluan.
3)      Minuman keras, berakibat antara lain :
a.    Gangguan fisik : gangguan dan kerusakan pada hati, jantung, pankreas, lambung dan otot.
b.   Gangguan jiwa : gangguan otak/daya ingatan, kemampuan belajar menurun, mudah tersinggung, mengasingkan dari lingkungan dsb.
c.    Gangguan kamtibmas : akibat minuman keras akan menekan pusat pengendalian seseorang, sehingga yang bersangkutan menjadi berani dan agresif, yang kemudian diekspresikan dengan cara-cara yang melanggar norma-norma, bahkan tidak sedikit yang melakukan tindakan kriminal.
4)      Dampak heroin,antara lain :
a.    Efek : Mual, mengantuk, cadel, pendiam, mata sayu, muka pucat, tidak konsentrasi, hidung gatal-gatal.
b.   Gejala putus obat
Sebelum memakai : Tulang otot sendi terasa nyeri, demam, takut air,keringat keluar berlebihan,takut kedinginan, bulu kuduk berdiri,mata berair, hidung berair,mual-mual, perut sakit, diare,tidak suka makan,tidak bisa bekerja (lemas).
Setelah memakai : Fly (berkhayal), mata sembab kadang muntah,jantung berdebar, mata susah bangun.
c.    Bahaya heroin
Hepatitis B, C, AIDS, HIV,menstruasi terganggu, infertilitas (impotensi),abses (jika pakai suntik),tubuh kurus, pucat, kurang gizi,sulit buang air besar,mudah terserang radang paru, TBC paru, radang hati, empedu, ginjal.
5)      Dampak Kokain
a.    Efeknya yaitu suhu badan tinggi, denyut jantung bertambah,mudah marah, agresif dan merusak,merasa energik dan waspada dan merasa memiliki dunia (arogan).
b.   Gejala putus obat yaitu ada keinginan bunuh diri, mual, kejang-kejang.
c.    Bahaya kokain yaitu paranoid,menyebabkan perkelahian,mabuk dan tidak bergairah,jika dihirup akan menyebabkan mimisan dan sinusitis,kerusakan jantung jika dicampur rokok,pemakaian banyak, nafsu sex hilang,dan bisa terjadi psikotik atau gila dalam jangka panjang
6)      Dampak Ganja
a.    Efeknya yaitu jantung berdebar-debar,tidak bergairah, cepat marah, sensitive,serta perasaan tidak tenang, eforia, kurang percaya diri, rasa letih/malas.
b.   Gejala putus obat yaitu sebenarnya hanya faktor psikis dan sugesti yang lebih dominan, apabila tidak memakai ganja.
c.    Bahayanya yaitu untuk pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai menjadi linglung.
7)      Dampak ekstensi
a.    Efeknya yaitu mulut kering, gigi berkerut-kerut,banyak berkeringat dingin, nafsu makan kurang,badan tak terkendali geraknya (triping),denyut jantung, nadi bertambah,tekanan darah naik,rasa percaya diri tinggi,keintiman bertambah.
b.   Gejala putus obat : Rasa letih, malas,mudah tersinggung, emosi labil,sulit tidur, mimpi buruk jika tidur,depresi, mata kabur.
c.    Bahaya : Paranoid (rasa takut berlebihan, curiga yang berlebihan),pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai bisa linglung,merusak syaraf otak,pucat kurang darah,kurus kurang gizi,dan penyakit Parkinson.
8)      Dampak halusinogen
a.    Efek : Menimbulkan serenity, tranquility dan peace (rasa tenang dan damai) sesaat,perasaan labil yaitu murung dan bahagia atau euforia kadang-kadang menjadi takut.
b.   Bahaya : Kecemasan akut, reaksi panic,terjadi depresi sampai berbulan-bulan,serta terjadinya gejala psikotik (gila).
9)      Dampak Hipnotika/sedative (obat tidur/obat penenang)
a.    Efeknya yaitu teler (bicara cadel, jalan sempoyongan),mudah tersinggung,banyak bicara yang tidak karuan,ngawur dalam bertindak, tidak terkontrol
b.   Gejala putus obat : Denyut jantung cepat,banyak berkeringat,tekanan darah tinggi,tangan, kelopak dan lidah bergetar
c.    Bahaya : Terjadinya perkelahian,mudah tersinggung dan marah,lemas, sedih, ingin bunuh diri,menimbulkan halusinasi dan melakukan tindakan berbahaya.
10)  Inhalansia dan solven
a.    Bahaya : Merasa dirinya bisa terbang, sehingga bisa terjun dari tempat tinggi tanpa mati,keracunan akut, bisa mati mendadak akibat menghisap inhalansia,kejang saluran nafas,keracunan kronis merusak organ tubuh otak, ginjal, paru-paru, jantung, sunsum tulang,kulit bisa mengelupas karena keracunan terpentine (zat mudah menguap)
akai.
3.      Seks Bebas
Dampak yang ditimbulkan dari seks bebas seperti : kehamilan di luar nikah, aborsi yang tidak aman, infeksi saluran produksi.
10 Penyakit Akibat Seks Bebas :
1.   Herpes Genital.
Hampir 31 juta orang Amerika, satu per enam jumlah penduduk Amerika-pernah menderita herpes genital. Herpes, yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 2, adalah infeksi seumur hidup yang menyebabkan lecet-lecet pada alat kelamin yang biasanya datang dan pergi. Ada pria yang tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi mereka tetap bisa menulari orang lain. Acydovir (Zovirox), sebuah obat yang diresepkan, dapat meringankan gejala-gejalanya, tetapi tidak menyembuhkan. Lecet-lecet karena herpes tersebut bisa meningkatkan risiko tertular AIDS melalui luka di darah.
2.   Sifilis (Penyakit Raja Singa).
Juga dikenal dengan nama Great Imitator karena gejala-gejala awalnya mirip dengan gejala-gejala sejumlah penyakit lain. Sifilis sering dimulai dengan lecet yang tidak terasa sakit pada penis atau bagian kemaluan lain dan berkembang dalam tiga tahap yang dapat berlangsung lebih dari 30 tahun. Secara umum, penyakit ini dapat membuat orang yang telah berumur sangat menderita, karena dapat mengundang penyakit jantung, kerusakan otak, dan kebutaan. Apabila tidak diobati, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian. Kira-kira 120.000 orang di AS tertular sifilis tiap tahun.
3.   Gonore (Kencing Nanah)
Penyakit ini telah dikenal sejak dahulu, menyerang sekitar 1,5 juta orang Amerika, baik pria maupun wanita, setiap tahun. Meskipun sering tanpa gejala, infeksi bakteri ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah setelah dua hingga sepuluh hari. Kalau tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi artritis, lepuh-lepuh pada kulit, dan infeksi pada jantung atau otak. Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotika.
4.   Klamidia
Kondisi ini mempunyai gejala mirip gonore, walaupun bisa juga muncul tanpa gejala. Di Amerika, klamidia termasuk penyakit yang paling mudah diobati, tetapi mudah juga menginfeksi, yaitu sekitar 4 juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika.
5.   Jengger Ayam atau Kutil di kelamin (Genital wart)
Di Amerika, kasus kutil pada alat kelamin ini mencapai 1 juta setiap tahunnya. STD ini disebabkan oleh sejenis virus papiloma, yang terkait dengan kanker penis serta anus. Obatnya tidak ada, walaupun kutil yang terjadi dapat dihilangkan melalui operasi atau dibakar, atau dibekukan. Akan tetapi setelah itu gejala yang sama dapat datang kembali.
6.   Hepatitis B
Penyakit ini dapat berlanjut ke sirosis hati atau kanker hati. Setiap tahun kasus yang dilaporkan mencapai 200.000, walaupun ini satu-satunya STD yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
7.   Kanker prostat
Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Karin Rosenblatt dari University of Illinois, diketahui bahwa dari 753 pria yang disurvei, terdapat hubungan antara kanker prostat dan banyaknya berhubungan seksual dengan beberapa orang. Pria yang sering melakukan seks dengan banyak wanita berisiko 2 kali lipat terkena kanker prostat.
8.   Kanker Serviks (leher rahim)
Hampir 95 persen kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV), dan 33 persen wanita dilaporkan punya virus tersebut,yang menyebabkan adanya sakit di leher rahim. Virus ini bisa menular lewat hubungan seksual, dan laki-laki pun bisa tertular oleh virus ini.
9.   HIV/AIDS
Pertama kali ditemukan pada tahun 1984. AIDS adalah penyakit penyebab kematian ke-6 di dunia, baik bagi wanita maupun pria. Virus yang menyerang kekebalan tubuh ini bisa menular melalui darah dan sperma pada saat berhubungan seksual. Hingga kini vaksinnya masih dikembangkan namun belum terbukti ampuh mencegah penularannya.
10.  Trichomoniasis
Bisa menyebabkan daerah di sekitar vagina menjadi berbuih atau berbusa. Ada juga yang tidak mengalami gejala apapun. Penyakit ini bisa menyebabkan bayi terlahir prematur jika sang ibu menderita penyakit ini saat hamil.

2.2.5        Cara Menagggulangi Pergaulan Bebas
a.      Tawuran Antar Remaja
Untuk mengatasi masalah tawuran antar pelajar, di sini penulis akan mengambil dua teori. Yang pertama adalah dari Kartini Kartono. Dia menyebutkan bahwa untuk mengatasi tawuran antar pelajar atau kenakalan remaja pada umumnya adalah:
1)   Banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri, dan melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntut.
2)   Memberi kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan sehat.
3)   Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan remaja zaman sekarang serta kaitannya dengan pengembangan bakat dan potensi remaja. 
Teori yang kedua adalah dari Dryfoos, dia menyebutkan untuk mengatasi tawuran pelajar atau kenakalan remaja pada umumnya harus diadakan program yang meliputi unsur-unsur berikut :
1)   Program harus lebih luas cakupannya daripada hanya sekedar berfokus pada kenakalan.
2)   Program harus memiliki komponen-komponen ganda, karena tidak ada satu pun komponen yang berdiri sendiri sebagai peluru ajaib yang dapat memerangi kenakalan.
3)   Program harus sudah dimulai sejak awal masa perkembangan anak untuk mencegah masalah belajar dan berperilaku.
4)   Sekolah memainkan peranan penting.
5)   Upaya-upaya harus diarahkan pada institusional daripada pada perubahan individual, yang menjadi titik berat adalah meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung.
6)   Memberi perhatian kepada individu secara intensif dan merancang program unik bagi setiap anak merupakan faktor yang penting dalam menangani anak-anak yang berisiko tinggi untuk menjadi nakal.        
b.      Penyalahgunaan Narkoba
Upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan melalui beberapa cara oleh pemerintah, sebagai berikut ini :
1)   Preventif (pencegahan), yaitu untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba. Pencegahan adalah lebih baik dari pada pemberantasan. Pencegahan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pembinaan dan pengawasan dalam keluarga, penyuluhan oleh pihak yang kompeten baik di sekolah dan masyarakat, pengajian oleh para ulama, pengawasan tempat-tempat hiburan malam oleh pihak keamanan, pengawasan distribusi obat-obatan ilegal dan melakukan tindakan-tindakan lain yang bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan kesempatan terjadinya penyalahgunaan Narkoba.
2)   Represif (penindakan), yaitu menindak dan memberantas penyalahgunaan narkoba melalui jalur hukum, yang dilakukan oleh para penegak hukum atau aparat keamanan yang dibantu oleh masyarakat. Kalau masyarakat mengetahui harus segera melaporkan kepada pihak berwajib dan tidak boleh main hakim sendiri.
3)   Kuratif (pengobatan), bertujuan penyembuhan para korban baik secara medis maupun dengan media lain. Di Indonesia sudah banyak didirikan tempat-tempat penyembuhan dan rehabilitasi pecandu narkoba seperti Yayasan Titihan Respati, pesantren-pesantren, yayasan Pondok Bina Kasih dll.
4)   Rehabilitatif (rehabilitasi), dilakukan agar setelah pengobatan selesai para korban tidak kambuh kembali “ketagihan” Narkoba. Rehabilitasi berupaya menyantuni dan memperlakukan secara wajar para korban narkoba agar dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Kita tidak boleh mengasingkan para korban Narkoba yang sudah sadar dan bertobat, supaya mereka tidak terjerumus kembali sebagai pecandu narkoba.
Ada beberapa upaya untuk mencegah supaya anggota keluarga tidak terjerat narkoba, antara lain :
1)        Katakan tidak pada narkoba (say no to drugs)
Kita harus mempunyai prinsip hidup menolak pemakaian narkoba. Anti narkoba dengan segala bentuknya. Jangan pernah sekali pun mencoba bagaimana rasanya narkoba. Sebab banyak para pecandu narkoba awalnya hanya ingin mencoba bagaimana rasanya. Setelah tahu, mereka tidak dapat lagi lepas darinya sebab narkoba itu melumpuhkan daya pikir.
Kita harus menyadari dampak buruk narkoba bagi kesehatan. Daya tahan tubuh akan semakin rendah dan rentan terhadap penyakit. Dengan kesadaran seperti ini maka kita tidak akan berani mencoba walau disodorkan secara gratis di hadapan kita.
Dengan tegas kita menolaknya. Pengetahuan mengenai narkoba patut kita pelajari dari berbagai buku dan internet. Kita akan mempunyai pemahaman dan pengetahuan tentang narkoba dan tujuan sebenarnya pemakaian narkoba dalam pengobatan. Dengan pengetahuan lebih maka kita juga bisa memberikan pemahaman tentang dampak buruk narkoba bagi anggota keluarga kita sehingga mereka juga tidak berani mencobanya.
2)        Memilih lingkungan pergaulan yang baik.
Banyak orang terkena narkoba karena salah dalam memilih lingkungan pergaulan. Ini bisa terjadi ketika kita ingin bergaul dan bersenang-senang dengan banyak orang. Kita ingin dikenal sebagai anak gaul. Apa pun kita lakukan supaya diterima menjadi anggota suatu perkumpulan termasuk mencoba mentah-mentah narkoba yang disodorkan pada kita. Kita hanya berpikir supaya diterima oleh mereka dengan mengabaikan kesehatan dan keluarga kita. Yang pada akhirnya membuat kita lupa diri dan lupa akan keluarga kita. Anggota kelompok akan senang melihat kita juga kecanduan seperti diri mereka sendiri artinya mereka tidak hanya mau menghancurkan diri mereka sendiri tetapi juga menghancurkan kehidupan orang lain. Mereka akan tertawa melihat kehancuran diri kita dan ketidakmampuan kita terlepas dari jerat narkoba.
Pandai-pandailah memilih lingkungan pergaulan. Ini dibutuhkan kepekaan terhadap masalah-masalah lingkungan. Kalau kita sudah tahu kalau suatu perkumpulan sudah terlibat masalah narkoba, maka jangan pernah sekali-kali mencoba menjadi anggotanya. Segera membelakangi dan meninggalkan mereka tanpa syarat. Kita harus berani mengambil tindakan demi diri sendiri dan keluarga.
3)        Mencintai kehidupan
Kalau kita mencintai kehidupan maka pasti kita tidak akan menghancurkannya dengan narkoba. Kita akan menjalani dan merawat kehidupan kita dengan baik. Kita diberikan Tuhan kehidupan baik yang selayaknya kita pergunakan untuk kebaikan bagi masyarakat bukan menjadi sampah masyarakat yang harus disingkirkan. Mendekatkan diri pada Tuhan dengan mengikuti ibadah sesuai dengan kepercayaan kita akan menambah kecintaan kita pada kehidupan. Kita mengasihi dan mencintai orang lain seperti mengasihi dan mencintai diri sendiri sebagaimana Tuhan juga mengasihi kita dengan memberikan kehidupan yang baik. Kita akan mencintai diri kita dan keluarga kita dengan tulus. Kita memberikan diri kita bagi mereka dan tidak mau menjadi budak narkoba yang akan menghancurkan hidup diri dan keluarga kita.
Kecintaan terhadap keluarga dan bertanggungjawab akan masa depan anak kita sangat diperlukan. Keharmonisan dalam hidup keluarga harus kita bangun, saling menghormati, menolong dan memahami satu sama lain. Jangan pernah membiarkan anggota keluarga berjuang mengatasi masalah mereka sendiri. Persoalan-persoalan keluarga hendaknya bisa diatasi bersama-sama sehingga tercipta keluarga yang damai penuh cinta tanpa narkoba.
Upaya penanggulangan bahaya Narkoba tidak semata-mata tugas Pemerintah (Kepolisian), tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu harus ada upaya terpadu (integrated) dari semua pihak, seperti keluarga, sekolah, masyarakat, ulama, LSM dan Pemerintah untuk bersatu padu mencegah dan memberantas bahaya Narkoba. Masing-masing dapat berperan sesuai bidangnya masing-masing, proporsional dan tidak melanggar rambu-rambu hukum. Mari kita perangi narkoba, selamatkan saudara-saudara kita.
c.       Seks Bebas
Usaha Menghindari Perilaku Seks Bebas,yaitu :
1)   Sebagai seorang remaja, kalian harus mempertebal keimanan guna membentengi diri dari perilaku seks bebas.
2)   Membatasi pergaulan antara remaja pria dan wanita agar tidak terlalu bebas.
3)   Membuat regulasi (peraturan) yang melarang ditampilkannya atau ditayangkannya acara tontonan yang berbau pornografi dan pornoaksi.
4)   Orang tua sebagai penanggung jawab utama terhadap kemuliaan perilaku anak harus mencurahkan perhatiannya bagi perkembangan anak dan pergaulan anak agar anak tersebut tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

PENUTUP
3.1     Simpulan
Dari pembahasan uraian di atas dapat menyimpulkan, yaitu : para remaja haruslah diperhatikan sering lagi karena tanpa perhatian dari orang  tua,  guru  dan  lembaga  social  lainnya  seorang  anak dapat melakukan penyimpangan sosial. Karena hanya merekalah penerus bangsa ini. Araha-arahan  perlu  diberikan  kepada  remaja,  karena  dampak  awal  yang  paling terasa adalah pada orang yang ada disekitarnya. Pendukungan mereka sangat perlu untuk memupuk  rasa patriotisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.
3.2     Saran
Adapun saran yang penulis buat agar dapat dijadikan teladan oleh para remaja untuk dapat memperbaiki jalur hidup mereka demi masa depan dan nama baik Negara kita,terutama orang tua selaku ayah dan ibu harus betul-betul memberikan perhatian bagi anak-anak mereka.
Dihimbaukan bagi para pihak keamanan seperti polisi harus lebih mengetatkan  keamanan serta kegiatan mereka untuk mengatasi kenakalan remaja.
Harapan kami agar di negara kita terutama masyarakat umum menyadari akan bahaya memakai atau mengkonsumsi Narkotika. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih teman bergaul, sebab jika kita salah pilih teman lebih-lebih yang sudah kita tahu telah menjadi pecandu hendaknya kita berfikir lebih dulu untuk bersahabat dengan mereka.







DAFTAR RUJUKAN

Abimayu, Soli dan M. Thayeb Manrihu. 1984. Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah. Jakarta : CV. Rajawali.
Budianto. 1989. Narkoba dan Pengaruhnya. Bandung : Ganeca Exact.
Kartono, Kartini. 2008. Kenakalan Remaja. Jakarta : PT Raja Grafindo Parsada.
Ayinosa. 2010. Bahaya Seks Bebas. http://ayinosa31.wordpress.com/2010/08/24/bahaya-seks-bebas/, (25 Oktober. 2011)

Greengsmg. 2008. Tauran Antar Pelajar. http://greensmg.blogspot.com/2008/03/tawuran-antar-pelajar.html, (25 Okt. 2011).
Hadirukiyah. 2009. Tauran Antar Pelajar. http://hadirukiyah.blogspot.com/2009/06/tawuran-antar-pelajar.html, (25 Okt 2011).
Penulis Jurnal. Dampak Buruk Narkoba Bagi Keluarga. http://penulismedan.multiply.com/journal/item/15/Dampak_Buruk_Narkoba_bagi_Keluarga, (25 Okt. 2011).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar